Sabtu, 19 November 2011

PAPUMA dan WATU ULO, PANTAI SEJUTA PESONA .

Papuma merupakan salah satu pantai indah yang dimiliki indonesia yang terletak di bagian timur pulau jawa, kota jember. Pantai yang berada diujung pulau jawa ini, memiliki berbagai pesona, keindahan dan cerita (mitos)/sejarah  yang diyakini oleh masyarakat sekitarnya. PAPUMA sendiri adalah satu singkatan untuk menyebut Pantai yang bernama Pasir Putih Malikan (PAPUMA). Letaknya di Kabupaten Jember, tepatnya di kecamatan Wuluhan. sekitar 30 Km dari pusat kota Jember.
Pantai tanjung papuma yang mempesona dengan pasir putihnya dan memiliki wisata sejarah berupa peninggalan Gua tua dari jaman Jepang. Dinamakan Papuma (Pasir Putih Malikan) karena pantai ini berpasir putih dengan hamparan batu yang bila di terjang ombak saling terberai membalik.
Pantai papuma sangat eksotik bila dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya yang berada di Jawa Timur, karena memiliki keindahan pantai dan laut yang menawan juga mempesona dengan air laut yang masih jernih berwana hijau kebiruan yang menjadikan tempat wisata pantai ini banyak dikunjungi oleh berbagai wisatawan dari berbagai penjuru kota hingga wisatawan asing yang ingin berkunjung menikmati indahnya pantai papuma.
Selain wisata pantai yang tersambung oleh pantai utara jawa timur di tanjung papuma terdapat juga bukit dan hutan seluas kurang lebih 50 ha yang sekarang mulai dikelola dan dipromosikan oleh perhutani unit II jawa timur.

Sebelum masuk ke pantai kita akan melewati wisata hutan yang sebagian besar ditanami pohon jati selanjutnya setelah masuk gerbang area wisata kita akan melihat hutan yang dipenuhi pohon-pohon yang masih alami seperti palem, serut dan beragam pohon kecil lainnya dan konon hutan ini masih menyimpan berbagi macam flora dan fauna tropis, seperti berbagai jenis burung dan juga lutung yang bergelantungan di pohon.Disamping keindahan alamnya pantai papuma juga kaya akan fauna seperti ayam alas, babi hutan, biawak, rusa dan bermacam jenis burung.
Selain pantai yang indah dengan segala pesonanya yang menarik perhatian pengunjung, pantai ini juga memiliki ritual khusus yang biasa dilakukan oleh masyarakat sekitarnya khususnya para nelayan yang disebut dengan ritual larung sesaji. Tak hanya nelayan. Pengelola wisata pantai juga menggelar ritual larung sesaji.
Setiap tahap prosesi larung sesaji ini menyita perhatian wisatawan. Wisatawan yang berkunjung ke papuma cukup banyak. Mereka tak segan-segan berpanas-panasan mengikuti iring-iringan pengantar larung sesaji. Tak sedikit yang mengabadikan proses larung. Larung sesaji ini juga melibatkan club. Yakni, Raung Of Road Jeep yang ikut mengiringi sesaji.
Larung sesaji di Papuma digelar oleh pengelola wanawisata yang bekerja sama dengan mitra, yakni nelayan di sekitar sini yang digelar sejak 1998. Ritual larung sesaji ini digelar sebagai peringatan tahun baru jawa.
Larung sesaji ini merupakan bentuk rasa syukur pengelola papuma terhadap rejeki yang diberikan maha penguasa. Pengelola juga mohon agar pengunjung Papuma diberi keselamatan.

Begitu pula pantai yang bernama WATU ULO, yang dalam bahasa jawa memiliki arti “Batu Ular”. Sedikit berbau mistik bukan, yang baru terdengar dari nama pantainya saja. Pantai ini berdampingan dengan pantai Papuma. Pantai ini di terletak sekitar 25 Km dari Kecamatan Ambulu dan pada saat hari-hari libur biasanya banyak anak-anak muda dan rombongan keluarga yang pergi kesana untuk berlibur, apalagi saat hari-hari besar dan hari raya.
Mereka biasanya pergi ke sana bersama-sama dengan keluarga mereka masing-masing menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Pantai Watu Ulo memiliki panorama yang mempesona menghadap lautan Indonesia dengan deretan batu karang menyerupai ular.
Konon Pantai ini memiliki legenda pada jaman dahulu. Dari kisah-kisah orang tua dapat kita peroleh berbagai macam Tentang seekor Naga Raksasa yang menjelma menjadi penunggu tanah pesisir selatan jawa ,ada yang menyatakan bahwa ular tersebut sangat besar,ekornya terletak di pesisir kota Banyuwangi yang ditandai dengan type ombak di wilayah ini yang cenderung menyabet (bhs jawa:seperti gerak ekor), sehingga dapat membahayakan bagi pengunjung di tepi pantai.

Kemudian badan ular tersebut berada di Watu Ulo ini sendiri,sehingga tipe ombak seperti menggulung,memang ombak di sini tergolong ganas sehingga daerah tersebut termasuk daerah terlarang bagi pengunjung pantai untuk berenang.
Dan kepala ular naga tersebut berada di kota Puger,sehingga tipe ombak di daerah ini cenderung mencaplok (seperti mulut memakan). Namun itu semua hanyalah legenda,boleh percaya boleh tidak sebab saya sendiri belum mendapatkan bukti bukti tentang kebenarannya.
Yang pasti sebagian masyarakat tetap menganggap itu dahulu benar benar ada.
Terlepas dari itu semua yang pasti kawasan pantai Watu Ulo tetap menjadi Primadona bagi kaum muda di daerah ini.
Untuk Biaya:
Jika dihitung  biaya untuk satu orang jika anda menggunakan kendaraan sendiri,
Masuk kawasan Pantai Watu Ulo Rp.5000
Masuk kawasan Papuma Rp.5000
Jadi total hanya sekitar Rp.10.000 per orang kita sudah bisa menikmati keindahan pantai yang sangat eksotik ini.
Biaya parkir mobil Rp.2000
Tersedia pula tempat jajanan untuk beristirahat sejenak yang dirasa cukup nyaman.

2 komentar:

  1. Hm..., info yang sangat bermanfaat. Sebagai orang jember, aku baru tahu. hihi Tapi karena penasaran, makanya baca2 :)

    BalasHapus
  2. sangking penasaranya kami skluarga lebaran kmarin brangkat ke papuma ,,memang indah skali sih,,tp tkt ma ubur2nya klo di sengat gak bsa pulang ke banjarmasin kami he he he,,,

    BalasHapus